Minggu, 24 Februari 2008

Kepengurusan P4C Terbentuk

INDRAMAYU, (PR).-
Kepengurusan Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Cirebon (P4C) tingkat Kab. Indramayu akhirnya terbentuk. Melalui musyawarah yang melibatkan sekitar 100 pimpinan ormas, OKP, Parpol, LSM, dan Tokoh masyarakat se-Kab. Indramayu, terpilih sebanyak 70 orang anggota kepengurusan lembaga tersebut dan berkantor di gedung DPRD setempat.

"Sesuai amanat rembug wong dermayu yang telah dilaksanakan tanggal 12 Februari 2008 dan dikuti sekitar 100 pimpinan Ormas, OKP, Parpol, LSM dan Tokoh Masyarakat, maka kami atas nama Tim Formatur telah sepakat membentuk tim bersama yang diberi nama P4C Kabupaten Indramayu," kata Ketua Tim Formatur, H. Hasyim Junaedi, Minggu (24/2).

Menurut Hasyim, dengan terbentuknya susunan kepengurusan yang mencapai 70 orang dari berbagai elemen masyarakat tersebut, maka P4C tingkat kabupaten akan menjalankan tugas mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat untuk segera terwujudnya Provinsi Cirebon.

Selain itu, keberadaan P4C diharapkan bisa mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat untuk terwujudnya provinsi Cirebon yang meliputi 5 wilayah, masing-masing Kota/Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning).

Hasyim yang juga Ketua DPRD Kab. Indramayu menambahkan, untuk menjalankan tugasnya yang cukup berat, P4C akan berkantor di salah satu ruang DPRD. Selain diberikan fasilitas ruangan, pihak DPRD juga akan memberikan bantuan komputer dan sarana penunjang lainnya. (A-96)***

Wacana Prov. Cirebon Mengkristal

CIREBON, (PR).-
Wacana pembentukan Provinsi Cirebon yang digelorakan di wilayah tersebut, semakin mengkristal. Sejumlah langkah strategis dari berbagai kalangan masyarakat telah diwujudkan.

Di antara langkah strategis yang sudah terwujud, yaitu terbentuknya Presidium dan Sekretariat Pembentukan Provinsi Cirebon. Kegiatan pertemuan dan rapat, baik terbuka maupun tertutup sudah dilakukan beberapa kali oleh presidium. Rapat terakhir dilakukan pada Minggu (24/2).

Rapat yang dipimpin Ketua Presidium Pembentukan Provinsi Cirebon, Drs. H. Nana Sudiana, M.Pd., kemarin, menargetkan Provinsi Cirebon sudah bisa terwujud dalam tiga tahun mendatang.

Menurut Nana, tujuan pemisahan Cirebon dari provinsi induknya, untuk lebih memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat. "Letak geografis Jawa Barat itu terlalu luas sehingga sudah menjadi keharusan untuk dimekarkan. Wacana ini tentu saja tidak bertentangan dengan peraturan dan perundang-undangan," katanya.

Terbentuknya Provinsi Cirebon, kata dia, bakal membuka kesempatan daerah untuk bisa mengatasi berbagai masalah sosial yang dihadapi warganya. Terutama persoalan pengangguran yang mencapai angka mengkhawatirkan, diharapkan bisa cepat diatasi.

Sementara itu, anggota DPD RI P.R.A. Arief Natadiningrat, mendukung langkah sejumlah kalangan yang menginginkan terbentuknya Provinsi Cirebon. Namun, Arief meminta dukungan masyarakat tersebut sebaiknya dituangkan dalam lembaran naskah dukungan formal untuk disampaikan kepada kepala daerah dan DPRD setempat sebagaimana diatur UU No. 23/2006 tentang Pemerintah Daerah. (A-92/C-17)***

Rabu, 13 Februari 2008

GALANG CAP JEMPOL DARAH

INDRAMAYU-Sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan (Ormas), Organisasi Kepemudaan (OKP), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Partai Politik (Parpol) di Kabupaten Indramayu mengikuti “Rembug Wong Dermayu” (musyawarah masyarakat Indramayu, red), tadi malam (12/2) pukul 20.00-24.00 di Gedung Panti Budaya setempat. Kegiatan yang difasilitasi DPD KNPI dan PWI kota mangga itu menghasilkan kesepakatan untuk mendukung kebulatan tekad Forum Komunikasi RT-RW Kabupaten Indramayu (Fokorgaki) dalam mewujudkan provinsi Cirebon pada 6 Februari 2008 di Losarang.
Kemudian Mereka juga sepakat untuk membentuk tim kecil yang bertugas untuk mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat dalam mewujudkan provinsi Cirebon.
Selain dua kesepakatan tersebut, kegiatan Rembug Wong Dermayu juga diwarnai aksi tandatangan dan jempol darah dari sejumlah pimpinan ormas dan OKP di atas kain spanduk warna putih sepanjang 10 meter. Aksi jempol daerah itu sebagai simbol keseriusan masyarakat Indramayu untuk mewujudkan provinsi Cirebon.
Acara rembug daerah itu, dipimpin langsung oleh Ketua DPD KNPI, Drs Kodim Abdullah, Ketua PWI Makali Kumar dan Ketua DPRD Drs H Hasyim Djunaedi SAg. Kemudian diisi dengan pemaparan tentang potensi pendapatan daerah, khususnya wilayah Ciayumajakuning yang mencapai Rp3 triliun lebih setiap tahunnya yang disampaikan Drs H Supendi (Kepala Dispenda Indramayu).
“Rembug wong Dermayu ini merupakan sarana untuk menyamakan persepsi berbagai elemen masyarakat Indramayu terhadap aspirasi Fokorgaki yang menginginkan pembentukan provinsi Cirebon. Dengan persamaan persepsi dan terbangunnya kebersamaan antar elemen masyarakat Indramayu ini, merupakan modal utama untuk membangun kebersamaan dengan masyarakat di wilayah Ciayumajakuning,” jelas Kodim Abdullah.
Para pimpinan ormas, OKP, Parpol yang hadir diantaranya, Drs H Tugiyono (Ketua The Wong Kene Centre), H Syakur Yasin MA (Ketua Forum Komunikasi Imam Masjid), Ono Surono (Ketua Banteng Muda Indonesia), H Mansur Idris (Ketua Angkatan Muda Kabah), Daniel Muttaqin ST (Ketua MPC Pemuda Pancasila), Drs H Kurdi Sutrisna (ketua PD Muhammadiyah), H Khoridi Sujai (Ketua BKPRMI), Abah Ridwan (AMS), Markatab (Sekretaris Asosiasi Kuwu Seluruh Indramayu) H Sujaya (Ketua Harian DPD Partai Golkar) dan Ruswa SAg (Ketua DPD PKS).
Hadir dalam pertemuan itu sebagai peninjau, beberapa tokoh dari kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kuningan dan Majalengka. Diantaranya Saeful Badan (Ketua KNPI Kota Cirebon), Abdul Rahim (Sekretaris KNPI Kabupaten Cirebon), Maksum (Ketua KNPI Kuningan), Manaf (Ketua GIBAS-Kuningan), Nana R (Ketua Barisan Masyarakat Kuningan) , Nana N (Ketua Gerakan Masyarakat Anti Maksiat/GAMAS-Kuningan) dan Aditya (tokoh Masyarakat Majalengka).
Setelah terjadi kesempatan bersama, para peserta rembug dermayu akhirnya menunjuk 5 orang untuk menjadi tim formatur yang bertugas membentuk tim kecil yang mewakili komponen masyarakat Indramayu untuk
memperjuangkan pembentukan provinsi Cirebon. Kelima orang itu, meliputi H Hasyim Djunaedi (legislatif), KH Syakur Yasin MA, Drs Kodim Abdullah (Ormas/OKP), Makali Kumar (pers) dan Agus Suprapto (RT-RW).
Mengakhiri acara rembug wong dermayu diisi dengan penandatanganan dukungan provinsi Cirebon dari para peserta yang hadir dan cap jempol darah kalangan pimpinan Ormas/OKP di atas sepanduk warnai putih sepanjang 10 meter. Sekretaris KNPI, Syaefudin dan Sekretaris MPC PP Yoga Rahadiansyah mengawali jempol daerah di atas spanduk tersebut. “Jempol darah ini merupakan simbol harga mati bagi masyarakat Indramayu
untuk mewujudkan provinsi Cirebon. Kami bertekad untuk memisahkan diri dari Jabar demi pendekatan pelayanan masyarakat dan percepatan pembangunan di Ciayumajakuning,” ujar Syaefudin, sekretaris KNPI Indramayu.
Sementara itu tokoh masyarakat Majalengka, Aditya dalam pertemuan tersebut, sangat mengharapkan gerakan masyarakat Indramayu yang diawali dengan kebulatan tekad RT-RW dan rembug wong Dermayu ini, bisa ditiru oleh daerah-daerah lain di Ciayumajakuning agar keinginan pembentukan provinsi Cirebon buka hanya sebatas wacana.(mak)

Jumat, 08 Februari 2008

ICMI Bahas Provinsi Cirebon

Sejumlah Tokoh Akan Diskusi Pada Hari Ini
SUMBER-Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Daerah Kabupaten Cirebon tidak mau ketinggalan untuk memberikan andil pemikirannya terhadap wacana Provinsi Cirebon. Rencananya, dalam kegiatan silaturahmi kerja daerah (silakda) semacam rapat kerja yang akan digelar di Pontren Nuirusshiddiq, Sabtu (8/2), juga digelar dialog interaktif tentang Provinsi Cirebon.

Ketua panitia silakda ICMI Kabupaten Cirebon, Aidin Tamim Lc mengungkapkan, kiprah ICMI dalam pendampingan pemerintah adalah dengan memberikan konsep-konsep alternatif tentang berbagai bidang. Melalui silakda yang direkomendasikan dalam bentuk diskusi panel, kalangan cendekiawan akan mengkaji secara mendalam dan lebih jernih berpikir baik buruknya tentang Provinsi Cirebon berdasarkan kajian ilmiah.
Realitas itu, kata dia, disikapi oleh cendikiawan muslim tidak emosional. Perlu dikaji pula kebaikan dan manfaatnya bagi komunitas muslim, serta kesejahteraan masyarakat umum. Karena bagaimana pun juga, Kota/Kabupaten Cirebon dikenal sangat religius, dengan sebutan Kota Wali dan sebagainya.
Sehingga, kajian dalam diskusi yang akan menghadirkan Bupati Cirebon Dedi Supardi, PRA Arief Natadiningrat dan Bupati Indramayu Iriyanto Saefudin (Yance). Termasuk mendatangkan para cendekiawan, di antaranya Prof Asep Karwita dari Bandung, Dadan Dania dari Pusdai Jabar, Prof Sanusi Uwes, Prof Abdulah Ali serta berbagai latar belakang akademisi dan organisasi yang tergabung dalam ICMI.
“Pada intinya, diskusi nanti melihat secara ilmiah, mungkin apa tidak pembentukan Provinsi Cirebon dengan dikaji dari berbagai asepek yang lebih mendalam. Kalau memang ya, kenapa tidak untuk ditindaklanjuti di kemudian hari. Kalau tidak, berarti hanya sekadar wacana sesaat,” pungkasnya.(san)

Kamis, 07 Februari 2008

PROVINSI CIREBON DIDEKLARASIKAN

Demonstrasi mendeklarasikan pembentukan Provinsi Cirebon.

Metrotvnews.com, Cirebon: Ribuan warga dari sejumlah organisasi kemasyarakatan di wilayah Pantai Utara Jawa Barat turun ke jalan. Mereka mendeklarasikan pembentukan Provinsi Cirebon. Aksi ini juga sebagai bentuk protes atas sikap diskriminasi Pemprov Jawa Barat yang dinilai kurang memperhatikan kesejahteraan warga Pantura.

Para pengunjuk rasa longmars memenuhi ruas Jalan Pantura Loh Sarang, Jabar. Sambil berorasi, mereka memajang spanduk di jalan-jalan. Masing-masing perwakilan warga dari seluruh kecamatan berorasi tepat di tengah jalan. Akibatnya, kemacetan panjang hingga dua kilometer terjadi. Sejumlah tokoh Pantura menyatakan siap hengkang dari Provinsi Jabar membentuk Provinsi Cirebon.(BEY)


http://www.metrotvnews.com/berita.asp?id=53252

Provinsi Cirebon Harga Mati !!

Ribuan Massa Padati Kongres Rakyat Indramayu
INDRAMAYU
-“Allahu Akbar... Hidup Wong Indramayu!... Hidup Provinsi Cirebon!”. Pekikan tersebut diteriakkan oleh ribuan massa yang mengikuti Kongres Rakyat Indramayu (KRI) di lapangan sepak bola SMPN 2 Losarang, Rabu (6/2). Massa bertekad untuk bersatu padu berjuang membentuk Provinsi Cirebon.
KRI yang digelar di bawah gerimis tersebut menghasilkan keputusan berjuang dan mendukung penuh terbentuknya Provinsi Cirebon demi pendekatan pelayanan kepada masyarakat dan percepatan pembangunan di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan). Dalam KRI juga disampaikan bahwa masyarakat Indramayu menyerahkan sepenuhnya sikap politik dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 13 April 2008 nanti kepada Bupati Indramayu, H Irianto MS Syafiuddin (Yance) demi kebersamaan dan kelangsungan pembangunan Indramayu.
Dua pernyataan tersebut dibacakan oleh Ketua Forum Komunikasi RT-RW Kabupaten Indramayu (Fokorgaki), Drs Agus Suprapto saat puncak acara KRI dan kemudian menyerahkan langsung kepada Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, H Hasyim Djunaedi MAg yang saat itu hadir di lokasi.
Di hadapan sekitar 10.000 massa dari berbagai ormas/OKP, serta para ketua RT/RW se-Kabupaten Indramayu, Hasyim menegaskan pihaknya sebagai wakil rakyat mendukung penuh gerakan murni dari masyarakat Indramayu pada KRI ini. “Aspirasi ini kami terima dan siap diperjuangkan sampai terwujud. Apalagi, aspirasi ini sesuai UU 32/2004,” tegasnya.
Organisasi kepemudaan Indramayu juga menyatakan hal yang sama. Dalam orasinya, Harto Prayitno SPdI selaku pembaca naskah pernyataan menegaskan, ormas/OKP Kabupaten Indramayu juga mendukung pernyataan sikap Bupati Yance dan Bupati Cirebon, H Dedi Supardi untuk pembentukan Kaukus Pantura. “KRI bukan hanya acara seremonial semata. Langkah ke depan terus kita upayakan. Kami juga siap mendorong terlaksananya Kongres Rakyat Pantura. Provinsi Cirebon adalah harga mati,” tegas Harto.
Berturut-turut pernyataan kebulatan tekad juga dilontarkan oleh perwakilan ormas/OKP serta elemen masyarakat lainnya yang hadir. Bahkan, dalam kesempatan itu, perwakilan Forum Pemuda se-Wilayah III Cirebon, Yayat Suyatna BA mengajak semua pihak untuk bersatu mewujudkan aspirasi yang digulirkan oleh masyarakat Ciayumajakuning. “Keinginan ini bukan hanya datang dari wong Dermayu saja, masyarakat Ciayumajakuning juga menginginkan hal yang sama. Mari kita bersatu dan buktikan bahwa kita bisa memisahkan diri dari Provinsi Jawa Barat,” lontarnya berapi-api.
PANTURA MACET
Lapangan becek, serta hujan gerimis tidak menyurutkan ribuan massa untuk menghadiri KRI. Massa yang datang dari seluruh pelosok wilayah Kabupaten Indramayu itu berbondong-bondong menuju lapangan sepak bola samping SMPN Losarang yang terletak di tepi pantura.
Mereka datang dengan menggunakan bermacam kendaraan baik truk, mobil pribadi, umum, serta sepeda motor. Saking padatnya massa yang hendak menyaksikan KRI, arus lalu lintas di jalur pantura Losarang menjadi macet. Jajaran Polres Indramayu baik Satlantas, Dalmas, serta satuan pengamanan dari ormas/OKP sengaja diturunkan untuk melancarkan arus kendaraan.
Gerakan yang dilakukan oleh wong Dermayu itu menarik perhatian para pelintas di jalan raya. Apalagi, sebelum acara dimulai, sekitar pukul 09.00, ratusan massa yang mengatasnamakan dirinya Front Pendukung Pembentukan Provinsi Cirebon (FP3C) melakukan longmarch dari markasnya menuju lokasi acara sejauh 1 km. Kontan saja, kemacetan di pantura juga disebabkan karena pengemudi melambatkan kendaraannya untuk menyaksikan aksi massa tersebut.
Ormas/OKP yang lain di antaranya KNPI, Pemuda Pancasila (PP), FK PPI, AMPI, BKPRMI, Pemuda Panca Marga (PPM), ICMI Muda, Karang Taruna, Intras, Wamti, AMS, Dewan Kesenian Indramayu (DKI), KOTI MAHATIDANA, As-Syahadatain, The WKC, KMSCI, ORARI, RAFI, Tugas Prakarsa Siliwangi (TPS), serta Orang Indonesia (OI), juga tidak kalah antusiasnya.
Masing-masing membentangkan spanduk, baliho dan aneka plamfet yang disebar dan dibagikan kepada massa yang lain. Acara yang memakan waktu sekitar empat jam tersebut tergolong sukses. Massa datang dan meninggalkan lokasi acara dengan tertib.
Ketua Forum Komunikasi RT-RW Kabupaten Indramayu (Fokorgaki), yang dibacakan ketuanya Drs Agus Suprapto tersebut, menyatakan masyarakat Ciayumajakuning memang memiliki keinginan kuat untuk memisahkan diri dari Jabar demi pendekatan pelayanan dan percepatan pembangunan. “Menguatnya kembali keinginan membentuk Provinsi Cirebon ini bukan tanpa alasan. Masyarakat Indramayu sadar bahwa selama hak-haknya terabaikan. Selain itu juga agar pelayanan lebih mudah, cepat, dan efektif,” jelas Agus.
Dari aspek kesejahteraan dan pembangunan di wilayah III Cirebon sampai kini masih memprihatinkan. Sejak dulu masyarakat pantura dianaktirikan. Sehingga tidak heran, tingkat kesejahteraan dan pembangunannya, jauh tertinggal dibandingkan dengan daerah lain.
Padahal, kata Agus, secara faktual konstribusi daerah wilayah III Cirebon terhadap pendapatan Provinsi Jabar tidaklah sedikit. Dari sektor pajak (PKB, BBNKB, PBBKB, ABT, APER, Kemotrologian, hasil hutan dan bagi hasil migas) uang yang disetor ke provinsi, nilainya mencapai sekitar Rp500 miliar. “Namun, yang kembali ke daerah masing-masing hanya 30 persennya saja,” ungkap Agus.
Secara politik, tambahnya, wong pantura juga tidak diberi ruang dan kesempatan untuk memimpin Jawa Barat. “Seperti pada Pilkada Jabar 2008 ini,” tegasnya. (kho)

Hari Ini Kongres Rakyat Indramayu di Losarang

INDRAMAYU-Hari ini (6/2) mulai pukul 09.00, rakyat Indramayu akan membuat sejarah. Ditaksir, sebanyak 8 ribu massa akan berkumpul di Losarang guna menyatakan aspirasi mereka untuk membentuk Provinsi Cirebon. Jalur utama pantura terancam macet total.
Ribuan massa dari berbagai pelosok Indramayu dan seluruh ketua-ketua RT dan RW, pimpinan Ormas dan OKP akan berkumpul untuk mengikuti Kongres Rakyat Indramayu (KRI). Acara tersebut juga diwarnai dengan longmarch 500 massa dari Front Pendukung Pembentukan Provinsi Cirebon (FP3C) di jalur pantura Losarang. KRI sebagai bukti kebulatan tekad masyarakat kota mangga untuk mendukung penuh pembentukan Provinsi Cirebon.
Informasi yang diterima Radar, kemarin (5/2) menyebutkan, Forum Komunikasi RT-RW Kabupaten Indramayu (Fokorgaki) selaku pelaksana KRI, telah berkordinasi dengan Ormas dan OKP yang difasilitasi DPD KNPI setempat untuk bersama-sama mensukseskan kegiatan itu. Selain akan mengerahkan massa secara besar-besaran, Ormas dan OKP juga sepakat untuk menjadikan momentum KRI sebagai tonggak awal mewujudkan Kongres Rakyat Pantura (KRP) demi terpentuknya provinsi Cirebon.
“Keinginan masyarakat pantura atau wilayah III Cirebon, terutama Indramayu untuk memisahkan diri dari Provinsi Jawa Barat, betul-betul keinginan murni masyarakat, bukan hanya elit politik,” ujar Ketua DPD Fokorgaki, Agus Suprapto didampingi Sekretaris DPD KNPI Indramayu, Syaefudin kepada Radar, kemarin (5/2) usai rapat pemantapan di DPD KNPI.
Selain mendukung pembentukan Provinsi Cirebon, para Ketua RT/RW dan Pimpinan Ormas/OKP juga akan membuat pernyataan sikap bersama untuk menyerahkan sikap politik Pilkada Jabar kepada Bupati Indramayu, H Irianto MS Syafiuddin. “Karena KRI ini bertepatan dengan momentum Pilkada Jabar yang akan dilaksanakan 13 April, maka kami juga membuat pernyataan bersama untuk menyerahkan sikap politiknya kepada Bupati Yance. Karena kami percaya, apapun sikap politik Bupati Yance terhadap pilkada, itu yang terbaik untuk masyarakat Indramayu,” jelas Agus.
Ormas dan OKP yang akan ikut dalam KRI tersebut, diantaranya DPD As-Syahadatain, Wahana Masyarakat Tani Indonesia (Wamti) Indramayu, KNPI, MPC Pemuda Pancasila (PP), GM FKPPI), AMPI, DPD BKPRMI, Pemuda Panca Marga (PPM), ICMI Muda, DPD Karang Taruna, INTRAS, Dewan Kesenian Indramayu (DKI), AMS, KOTI MAHATIDANA, ORARI, RAFI dan Orang Indonesia (OI).
Ketua DPD KNPI Indramayu, Drs Kodim Abdullah mengatakan banyak OKP yang sudah siap hadir untuk turut mendukung gerakan para ketua RT-RW dalam mendukung pembentukan provinsi Cirebon.
Sementara itu, Ketua DPRD Indramayu H Hasyim Djunaedi SAg kepada Radar menyambut positif adanya pernyataan kebulatan tekad para ketua RT/RW maupun Ormas/OKP untuk mendukung pembentukan provinsi Cirebon. “Kami mendukung penuh gerakan murni masyarakat Indramayu ini. Aspirasi mereka yang mendukung pembentukan Provinsi Cirebon akan kami terima dan diperjuangkan sampai terwujud. Karena ini aspirasi masyarakat yang sesuai semangat UU 32 tahun 2004,” jelas Hasyim.
Ketua Rayon Tugas Prakarsa Siliwangi (TPS) Kabupaten Indramayu, Dedi Setiawan mengatakan, sosialisasi KRI sudah menyebar di seluruh wilayah Kecamatan.
Selain Dedi, Sekretaris Keluarga Mahasiswa Sewo Center Indramayu (KMSCI) Retno Wiharto, menuturkan, KRI sebagai awal untuk mendesak digelarnya Kongres Rakyat Pantura.(mak/kho)

Dukung Provinsi Cirebon, Masyarakat Indramayu Gelar Konggres

Selasa, 05 Pebruari 2008 | 17:16 WIB

TEMPO Interaktif, Indramayu:Masyarakat Indramayu akan menggelar Kongres Rakyat Indramayu (KRI), Rabu (6/2). Kongres dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pembentukan Provinsi Cirebon yang terpisah dari Provinsi Jawa Barat. Konggres ini juga sebagai langkah awal menyongsong akan digelarnya Kongres Rakyat Pantura.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, konggres rakyat Indramayu akan dilaksanakan besok sekitar pukul 09.00 di lapangan SMPN I Losarang. Seorang panitia kongres, Sugianto, mengungkapkan, rencananya konggres akan diawali dengan pernyataan kebulatan tekad dari seluruh ketua RT dan RW se-Indramayu yang tergabung dalam wadah Forum Komunikasi RT dan RW se-Kabupaten Indramayu (Fokorgaki). "
Para ketua RT dan RW yang jumlahnya mencapai sekitar 7.000 orang ini akan membuat pernyataan secara tertulis yang berisi dukungan pembentukan provinsi Cirebon," jelasnya.

Selanjutnya, berbagai organisasi yang ada di Indramayu pun akan menyampai dukungan yang sama secara tertulis.

Dukungan ini mencerminkan jika pembentukan provinsi tidak hanya keinginan dari elit politik tertentu, tetapi merupakan keinganan langsung dari masyarakat di tingkat bawah. "Ini dikarenakan wilayah pantura selama ini selalu dianaktirikan oleh Provinsi Jabar," tuturnya.

Ditanya apakah mereka nantinya akan ikut memilih dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat April mendatang, Sugianto menyatakan bahwa hal tersebut belum diputuskan dan kemungkinan akan diputuskan pada kongres esok.


Sumber:
http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/jawamadura/2008/02/05/brk,20080205-116969,id.html