Kamis, 07 Februari 2008

Hari Ini Kongres Rakyat Indramayu di Losarang

INDRAMAYU-Hari ini (6/2) mulai pukul 09.00, rakyat Indramayu akan membuat sejarah. Ditaksir, sebanyak 8 ribu massa akan berkumpul di Losarang guna menyatakan aspirasi mereka untuk membentuk Provinsi Cirebon. Jalur utama pantura terancam macet total.
Ribuan massa dari berbagai pelosok Indramayu dan seluruh ketua-ketua RT dan RW, pimpinan Ormas dan OKP akan berkumpul untuk mengikuti Kongres Rakyat Indramayu (KRI). Acara tersebut juga diwarnai dengan longmarch 500 massa dari Front Pendukung Pembentukan Provinsi Cirebon (FP3C) di jalur pantura Losarang. KRI sebagai bukti kebulatan tekad masyarakat kota mangga untuk mendukung penuh pembentukan Provinsi Cirebon.
Informasi yang diterima Radar, kemarin (5/2) menyebutkan, Forum Komunikasi RT-RW Kabupaten Indramayu (Fokorgaki) selaku pelaksana KRI, telah berkordinasi dengan Ormas dan OKP yang difasilitasi DPD KNPI setempat untuk bersama-sama mensukseskan kegiatan itu. Selain akan mengerahkan massa secara besar-besaran, Ormas dan OKP juga sepakat untuk menjadikan momentum KRI sebagai tonggak awal mewujudkan Kongres Rakyat Pantura (KRP) demi terpentuknya provinsi Cirebon.
“Keinginan masyarakat pantura atau wilayah III Cirebon, terutama Indramayu untuk memisahkan diri dari Provinsi Jawa Barat, betul-betul keinginan murni masyarakat, bukan hanya elit politik,” ujar Ketua DPD Fokorgaki, Agus Suprapto didampingi Sekretaris DPD KNPI Indramayu, Syaefudin kepada Radar, kemarin (5/2) usai rapat pemantapan di DPD KNPI.
Selain mendukung pembentukan Provinsi Cirebon, para Ketua RT/RW dan Pimpinan Ormas/OKP juga akan membuat pernyataan sikap bersama untuk menyerahkan sikap politik Pilkada Jabar kepada Bupati Indramayu, H Irianto MS Syafiuddin. “Karena KRI ini bertepatan dengan momentum Pilkada Jabar yang akan dilaksanakan 13 April, maka kami juga membuat pernyataan bersama untuk menyerahkan sikap politiknya kepada Bupati Yance. Karena kami percaya, apapun sikap politik Bupati Yance terhadap pilkada, itu yang terbaik untuk masyarakat Indramayu,” jelas Agus.
Ormas dan OKP yang akan ikut dalam KRI tersebut, diantaranya DPD As-Syahadatain, Wahana Masyarakat Tani Indonesia (Wamti) Indramayu, KNPI, MPC Pemuda Pancasila (PP), GM FKPPI), AMPI, DPD BKPRMI, Pemuda Panca Marga (PPM), ICMI Muda, DPD Karang Taruna, INTRAS, Dewan Kesenian Indramayu (DKI), AMS, KOTI MAHATIDANA, ORARI, RAFI dan Orang Indonesia (OI).
Ketua DPD KNPI Indramayu, Drs Kodim Abdullah mengatakan banyak OKP yang sudah siap hadir untuk turut mendukung gerakan para ketua RT-RW dalam mendukung pembentukan provinsi Cirebon.
Sementara itu, Ketua DPRD Indramayu H Hasyim Djunaedi SAg kepada Radar menyambut positif adanya pernyataan kebulatan tekad para ketua RT/RW maupun Ormas/OKP untuk mendukung pembentukan provinsi Cirebon. “Kami mendukung penuh gerakan murni masyarakat Indramayu ini. Aspirasi mereka yang mendukung pembentukan Provinsi Cirebon akan kami terima dan diperjuangkan sampai terwujud. Karena ini aspirasi masyarakat yang sesuai semangat UU 32 tahun 2004,” jelas Hasyim.
Ketua Rayon Tugas Prakarsa Siliwangi (TPS) Kabupaten Indramayu, Dedi Setiawan mengatakan, sosialisasi KRI sudah menyebar di seluruh wilayah Kecamatan.
Selain Dedi, Sekretaris Keluarga Mahasiswa Sewo Center Indramayu (KMSCI) Retno Wiharto, menuturkan, KRI sebagai awal untuk mendesak digelarnya Kongres Rakyat Pantura.(mak/kho)

Tidak ada komentar: