Jumat, 08 Februari 2008

ICMI Bahas Provinsi Cirebon

Sejumlah Tokoh Akan Diskusi Pada Hari Ini
SUMBER-Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Daerah Kabupaten Cirebon tidak mau ketinggalan untuk memberikan andil pemikirannya terhadap wacana Provinsi Cirebon. Rencananya, dalam kegiatan silaturahmi kerja daerah (silakda) semacam rapat kerja yang akan digelar di Pontren Nuirusshiddiq, Sabtu (8/2), juga digelar dialog interaktif tentang Provinsi Cirebon.

Ketua panitia silakda ICMI Kabupaten Cirebon, Aidin Tamim Lc mengungkapkan, kiprah ICMI dalam pendampingan pemerintah adalah dengan memberikan konsep-konsep alternatif tentang berbagai bidang. Melalui silakda yang direkomendasikan dalam bentuk diskusi panel, kalangan cendekiawan akan mengkaji secara mendalam dan lebih jernih berpikir baik buruknya tentang Provinsi Cirebon berdasarkan kajian ilmiah.
Realitas itu, kata dia, disikapi oleh cendikiawan muslim tidak emosional. Perlu dikaji pula kebaikan dan manfaatnya bagi komunitas muslim, serta kesejahteraan masyarakat umum. Karena bagaimana pun juga, Kota/Kabupaten Cirebon dikenal sangat religius, dengan sebutan Kota Wali dan sebagainya.
Sehingga, kajian dalam diskusi yang akan menghadirkan Bupati Cirebon Dedi Supardi, PRA Arief Natadiningrat dan Bupati Indramayu Iriyanto Saefudin (Yance). Termasuk mendatangkan para cendekiawan, di antaranya Prof Asep Karwita dari Bandung, Dadan Dania dari Pusdai Jabar, Prof Sanusi Uwes, Prof Abdulah Ali serta berbagai latar belakang akademisi dan organisasi yang tergabung dalam ICMI.
“Pada intinya, diskusi nanti melihat secara ilmiah, mungkin apa tidak pembentukan Provinsi Cirebon dengan dikaji dari berbagai asepek yang lebih mendalam. Kalau memang ya, kenapa tidak untuk ditindaklanjuti di kemudian hari. Kalau tidak, berarti hanya sekadar wacana sesaat,” pungkasnya.(san)

Tidak ada komentar: