Minggu, 24 Februari 2008

Kepengurusan P4C Terbentuk

INDRAMAYU, (PR).-
Kepengurusan Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Cirebon (P4C) tingkat Kab. Indramayu akhirnya terbentuk. Melalui musyawarah yang melibatkan sekitar 100 pimpinan ormas, OKP, Parpol, LSM, dan Tokoh masyarakat se-Kab. Indramayu, terpilih sebanyak 70 orang anggota kepengurusan lembaga tersebut dan berkantor di gedung DPRD setempat.

"Sesuai amanat rembug wong dermayu yang telah dilaksanakan tanggal 12 Februari 2008 dan dikuti sekitar 100 pimpinan Ormas, OKP, Parpol, LSM dan Tokoh Masyarakat, maka kami atas nama Tim Formatur telah sepakat membentuk tim bersama yang diberi nama P4C Kabupaten Indramayu," kata Ketua Tim Formatur, H. Hasyim Junaedi, Minggu (24/2).

Menurut Hasyim, dengan terbentuknya susunan kepengurusan yang mencapai 70 orang dari berbagai elemen masyarakat tersebut, maka P4C tingkat kabupaten akan menjalankan tugas mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat untuk segera terwujudnya Provinsi Cirebon.

Selain itu, keberadaan P4C diharapkan bisa mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat untuk terwujudnya provinsi Cirebon yang meliputi 5 wilayah, masing-masing Kota/Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning).

Hasyim yang juga Ketua DPRD Kab. Indramayu menambahkan, untuk menjalankan tugasnya yang cukup berat, P4C akan berkantor di salah satu ruang DPRD. Selain diberikan fasilitas ruangan, pihak DPRD juga akan memberikan bantuan komputer dan sarana penunjang lainnya. (A-96)***

Wacana Prov. Cirebon Mengkristal

CIREBON, (PR).-
Wacana pembentukan Provinsi Cirebon yang digelorakan di wilayah tersebut, semakin mengkristal. Sejumlah langkah strategis dari berbagai kalangan masyarakat telah diwujudkan.

Di antara langkah strategis yang sudah terwujud, yaitu terbentuknya Presidium dan Sekretariat Pembentukan Provinsi Cirebon. Kegiatan pertemuan dan rapat, baik terbuka maupun tertutup sudah dilakukan beberapa kali oleh presidium. Rapat terakhir dilakukan pada Minggu (24/2).

Rapat yang dipimpin Ketua Presidium Pembentukan Provinsi Cirebon, Drs. H. Nana Sudiana, M.Pd., kemarin, menargetkan Provinsi Cirebon sudah bisa terwujud dalam tiga tahun mendatang.

Menurut Nana, tujuan pemisahan Cirebon dari provinsi induknya, untuk lebih memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat. "Letak geografis Jawa Barat itu terlalu luas sehingga sudah menjadi keharusan untuk dimekarkan. Wacana ini tentu saja tidak bertentangan dengan peraturan dan perundang-undangan," katanya.

Terbentuknya Provinsi Cirebon, kata dia, bakal membuka kesempatan daerah untuk bisa mengatasi berbagai masalah sosial yang dihadapi warganya. Terutama persoalan pengangguran yang mencapai angka mengkhawatirkan, diharapkan bisa cepat diatasi.

Sementara itu, anggota DPD RI P.R.A. Arief Natadiningrat, mendukung langkah sejumlah kalangan yang menginginkan terbentuknya Provinsi Cirebon. Namun, Arief meminta dukungan masyarakat tersebut sebaiknya dituangkan dalam lembaran naskah dukungan formal untuk disampaikan kepada kepala daerah dan DPRD setempat sebagaimana diatur UU No. 23/2006 tentang Pemerintah Daerah. (A-92/C-17)***